NEWS

Mengungkap Sejumlah Fakta Terkait Hermawan Susanto

Mengungkap Sejumlah Fakta Terkait Hermawan Susanto

Mengungkap Sejumlah Fakta Terkait Hermawan Susanto - Hari ini mengungkap sejumlah fakta terkait Hermawan Susanto atau HS yang melakukan pengancaman pembunuhan terhadap Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Nada ancaman tersebut diserukan pemuda 25 tahun itu saat berunjuk rasa di depan Gedung Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Mei 2019. Dalam video yang beredar di media sosial HS berucap,"Penggal kepala Jokowi." 

Sebelum akhirnya ditangkap, HS yang merupakan warga Palmerah, Jakarta Barat sempat kabur dari rumah begitu videonya viral. Pengancam Jokowi ini berhasil di ciduk di rumah bibinya di kawasan Bogor. 

Atas perbuatannya HS dijerat Pasal Makar dengan ancaman hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup. Atau pidana penjara sementara paling lama 20 tahun. Dia pun mengaku salah dan khilaf. 

Sementara itu, polisi kini tengah menindaklanjuti siapa perekam video berisi ancaman terhadap Presiden Jokowi tersebut. Nama Agnes Kusumahandari muncul sebagai wanita yang diduga telah mengabadikan seruan HS saat berseru dengan nada-nada kasar kepada Jokowi.

Lantas, siapa Agnes Kusumahandari? Belakangan diketahui Agnes merupakan seorang guru yang mengajar di SDN Citamiang 1, Kota Sukabumi. 

Atas semua tuduhan tersebut, Agnes membantahnya. Dia memastikan saat aksi unjuk rasa sekelompok massa di Bawaslu, pada Jumat lalu tersebut, dirinya tengah mengajar di sekolah. 

Ratusan massa berunjuk rasa di depan kantor Bawaslu di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat. Mereka meminta Badan Pengawas Pemilu untuk mengawasi BPN yang melaporkan dugaan kecurangan dalam Pemilu Presiden 2019.

Namun, beberapa jam kemudian beredar sebuah video yang menunjukkan seorang wanita berdemonstrasi di depan Kantor Bawaslu pada hari Jumat 10 Mei 2019. Tak lama kemudian, seorang pria muncul mengatakan, "Bunuh kepala Jokowi," dalam video.

Relawan Jokowi kemudian melaporkan video tersebut ke polisi. Ketua Umum Relawan Jokowi Mania Immanuel Ebenezer melaporkan pria itu dalam video viral yang ingin memenggal kepala Presiden Jakarta Jokowike Polda Metro Jaya pada Sabtu 11 Mei sore.

Guru di Sekolah Dasar Citamiang 1 di Kota Sukabumi Agnes Kusumahandari yang dituduh sebagai perekam video seorang pemuda yang mengancam akan memenggal Presiden Jokowi sekarang karena ketakutan.

Agnes mengatakan bahwa dia terkejut bahwa fotonya menjadi viral dan dituduh sebagai seorang wanita yang merekam kata-kata ancaman kepada Presiden Jokowi selama demonstrasi di depan Kantor Bawaslu Pusat di Jakarta.

Menurut warga Perumahan Babakan Permai, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, wanita dalam video itu jelas bukan dirinya sendiri karena selama demonstrasi di Bawaslu Tengah, ia masuk sekolah seperti biasa untuk mengajar murid-muridnya.

Untuk kejadian ini, dia merasa tertekan. Karena itu, ia secara sukarela datang ke Mabes Polres Sukabumi untuk klarifikasi.

No comments