NEWS

Benarkah Jokowi Serang Pribadi Prabowo Saat Debat?

Benarkah Jokowi Serang Pribadi Prabowo Saat Debat?

Benarkah Jokowi Serang Pribadi Prabowo Saat Debat? - Debat capres antara Jokowi vs Prabowo Subianto meninggalkan polemik. Jokowi dituding menyerang pribadi Prabowo saat menyinggung soal kepemilikan lahan di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektare dan 120.000 hektare di Aceh.

Benarkah Jokowi melanggar aturan soal larangan menyerang pribadi saat debat? Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman menjelaskan peraturan soal larangan menyerang personal.

Di Undang-Undang itu ada, tidak menyerang personal, tapi di Undang-Undang itu yang ada (pernyataan) mengandung SARA, dan ujaran kebencian," kata Arief di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat.

Aturan itu teruang dalam Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280. Dalam pasal tersebut tertera 10 poin, soal larangan menyerang personal tepatnya di poin tiga.

Berikut bunyi Pasal 280 ayat 1 ada 10 poin tentang pelaksanaan, peserta dan tim kampanye pemilu yang dilarang dalam Undang-Undang nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu:

1. Mempertanyakan kondisi dasar Pancasila.
2. Melakukan kegiatan yang membahayakan integritas NKRI.
3. Menghina seseorang, agama, etnis, ras, kelas, kandidat dan / atau Peserta lain dalam Pemilu
4. Hasutan atau gigitan individu atau komunitas.
5. Mengganggu ketertiban umum.
6. Mengancam untuk melakukan tindakan kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan terhadap seseorang, sekelompok anggota masyarakat atau peserta lain dalam pemilihan
7. Merusak dan / atau menghilangkan aksesori kampanye Peserta Pemilu.
8. Penggunaan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan.
9. Membawa atau menggunakan tanda gambar dan / atau berbeda dari tanda gambar dan / atau atribut dari Peserta Pemilu yang relevan
10. Menjanjikan atau memberikan uang atau bahan lain kepada para peserta kampanye pemilihan.

Badan Nasional untuk Pemenang (BPN, untuk akronimnya dalam bahasa Inggris) Prabowo-Sandi melalui Tim Defensores Mobile Indonesia (TAIB, untuk akronimnya dalam bahasa Inggris) memberi tahu kepala calon presiden Jokowi karena dia merasa menyebarkan fitnah terkait dengan kepemilikan tanah oleh Prabowo.

Dianggap bahwa Jokowi melanggar UU No. 7 tahun 2017 yang berkaitan dengan huruf c dari Pasal 280 Pemilu yang mengatur pelaksana, peserta dan tim kampanye pemilihan dilarang untuk menghina seseorang, agama, etnis, ras, kelas, kandidat, dan peserta lainnya dalam pemilihan.

Kami, dari Tim Hukum Bergerak Indonesia, telah memberi tahu calon presiden 01 dalam kasus ini, Jokowi, terkait dengan apa yang ia transmisikan selama debat di Hotel Sultan di Jakarta. Yang ditransmisikan lebih ke serangan pribadi, ke fitnah, "kata Djamalluddin Koedoeboen dari TAIB di kantor Bawaslu, Jalan MH.Thamrin, Jakarta Pusat.

Sementara itu, kandidat nomor 01 Jokowi menyesali laporan tersebut. Dia melihat, lebih baik untuk tidak memiliki debat presiden jika Anda menginformasikan sedikit.

Ya, debat saya sebelumnya juga dilaporkan. Debat minggu lalu juga dilaporkan, jika debat itu dilaporkan, tidak perlu diperdebatkan. Bagaimana debat dilaporkan? Bagaimana tentang? "Kata Jokowi di pabrik PT Mayora Indah Tbk, Kabupaten Tangerang.

Jokowi mengatakan bahwa, jika ada yang salah dengan debat atau pernyataan yang tidak baik, Bawaslu akan mengatakannya. "Itu ada di sana, coba ketua Otoritas Pengawas Pemilu dan Komisaris Bawaslu. Jika tidak tahu (sesuai aturan), harus berbisik," kata Jokowi.

No comments