NEWS

Malaysia Akan Tentukan Pengganti Sultan Muhammad V

Malaysia Akan Tentukan Pengganti Sultan Muhammad V

Malaysia Akan Tentukan Pengganti Sultan Muhammad V
- Dewan Penguasa Malaysia akan bertemu dalam waktu sekitar dua pekan ke depan untuk memilih raja baru negara itu --beserta wakilnya-- setelah pemegang takhta saat ini, Sultan Muhammad V, mengumumkan pengunduran diri pada Minggu 6 Januari 2019, sebagai langkah yang belum pernah terjadi di Negeri Jiran.

"Raja ke-16, yang bergelar Yang di-Pertuan Agong, dan wakilnya akan dilantik pada akhir bulan ini, kata Penjaga Segel Penguasa, Syed Danial Syed Ahmad, dalam sebuah pernyataan pers.

Kemarin pagi, enam dari sembilan penguasa Malaysia mengadakan pertemuan di Kuala Lumpur, menyusul keputusan Sultan Muhammad V untuk mundur dari singgasana nasional, demikian sebagaimana dikutip dari The Straits Times pada Selasa (8/1/2019).

Para sultan yang menghadiri pertemuan ini telah menetapkan bahwa Kamis, 24 Januari 2019 akan diadakan pertemuan Dewan Penguasa untuk secara khusus memilih Yang di-Pertuan Agong ke-16 dan Wakil Yang di-Pertuan Agong.

"Para penguasa juga telah memutuskan bahwa pertemuan khusus itu akan dilanjutkan dengan upacara pengambilan sumpah untuk Yang di-Pertuan Agong dan Wakil Yang di-Pertuan Agong, satu minggu setelahnya," tambah pernyataan itu.

Para penguasa yang hadir pada pertemuan pada hari Senin berasal dari negara bagian Perlis, Terengganu, Negeri Sembilan, Johor, Perak dan Kedah.

Menurut pernyataan terkait, penguasa negara bagian Pahang tidak menghadiri pertemuan itu karena sedang dalam kondisi sakit, dan Sultan Selangor turut absen karena sedang berada di luar negeri.

Baik istana maupun Kantor Perdana Menteri Malaysia tidak memberikan alasan tentang pengunduran diri mendadak Sultan Muhammad V, ketika dia baru dua tahun duduk di singgasana, - tiga tahun lebih pendek dari masa jabatan seharusnya.



Monarki konstitusional Malaysia adalah satu-satunya yang memaksakan rotasi kepemimpinan nasional, dipilih dari penguasa sembilan negara.

Di-Pertuan Agong - atau Penguasa Tertinggi - dipilih untuk masa jabatan lima tahun oleh Dewan Penguasa, sesuai dengan pedoman yang ditetapkan dalam Konstitusi Federal.

Namun, dalam praktiknya, para pemimpin yang naik takhta Istana Nasional tidak selalu merujuk pada pemimpin yang berkuasa di negara yang dipilih, tetapi berdasarkan senioritas.

Ini berarti bahwa lamanya pemerintahan di negara bagian dapat jauh lebih berpengaruh daripada posisi jabatan, ketika berbicara tentang siapa yang berhak duduk di atas takhta nasional.

Namun, keputusan apa pun yang diambil atau tidak diambil oleh Dewan Penguasa, Penjaga Otoritas Berdaulat - semacam komisi pemilihan umum, tetapi khusus untuk monarki Malaysia - pertama-tama masih akan meminta persetujuan dari sembilan negara tentang calon yang diusulkan sebagai Pertuan. Agong.

Kandidat kesultanan Malaysia harus tunduk pada kriteria tertentu, atau jika perlu, dapat ditutup dengan pemungutan suara di Dewan Penguasa yang dilaksanakan oleh minimal lima perwakilan dari kesultanan regional.

No comments